Menjelang Magrib

 _Menjelang Magrib_


Panas api menanti takoyaki

Melambai-lambai dan pasti 

Matang terasa siap terhidang 

Klik pembayaran Qris 

selesai


Namun kasih, 

Meski gurih meringkuk 

Di lidah ini. 

Kurang dirasa 

Tanpa hadirmu sang pengusir sepi. 


Ingat tawamu menambal luka 

Yang sembuh lalu kambuh 

Bersamaan; mengutuk jiwa 

Kadung rapuh. 


Tapi waktu berlarian 

Tak kenal letih ia tuliskan 

Kenang di kening 

Jemari yang dulu lihai 

Menata hari jadi serumpun 

Bunga tidur kini

Membeku sebagai es batu

Terapung di Bara


Kampus Dalam, 

9 Agustus 2023

ini ceritaku di penghujung tahun

Pengalaman menjadi MC tidaklah mudah. Kita harus mengatur suara agar tetap stabil,  intonasi suarapun harus tetap terjaga bahkan mengatur emosi harus dikendalikan apalagi saat kita berada pada keadaan tidak mood.

Pada tanggal 21 Desember 2022 di penghujung tahun, saya berkesempatan memandu acara menjadi MC pada acara Gebyar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Meskipun pada awalnya saya ditugaskan sendiri namun dikarenakan keadaan badan saya yang masih pemulihan, maka beberapa teman akan membersamai. 

Sudah sewajarnya sebagai guru, public speaking sudah teruji apalagi dalam keadaan di dalam kelas. Tapi tidak kali ini, acara gebyar P5 tidak hanya dihadiri hanya peserta didik saja tapi audience-nya umum baik orang tua, guru atau hadirin yang hadir di acara tersebut. Acara gebyar P5 mengusung tema *Kreatif berwirausaha, menjunjung tinggi kearifan lokal dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika*.

Gebyar P5 ini pun hadir di live youtube dan instagram @sdinsankamilofficial.

Bukan kali pertama saya ditugaskan menjadi MC dalam rapat, seminar, atau pelatihan guru lainnya. Pengalaman menjadi MC sadar atau tidak sadar saya lakukan semata-mata ingin mencoba hal baru yang bisa membiasakan saya tampil di muka umum. Saya yakin pengalaman yang saya jalani akan membawa dampak di kemudian hari.

Teman saya pernah bilang: "kamu gerak aja dulu, peluang nanti akan bermunculan."

Ada pengalaman lain ketika saya ditugaskan untuk melatih MC di luar acara yang saya sendiri bukan MC-nya (paham kan?). Dari mulai memilih anak yang berani tampil dan siap diarahkan. Tidaklah mudah mencari MC dari kalangan anak-anak yang mereka harus   dilatih sebagai MC dalam waktu yang begitu singkat. 

Alhamdulillah kali ini ngemsi bersama teman-teman guru yang ditunjuk pun mereka bersedia membersamai. tanggal 21 Desember adalah hari yang ditunggu-tunggu berbagai persiapan pun sudah saya beserta panitia lakukan. Dari mulai menyusun acara hingga membuat narasi MC. Memastikan pengisi acara dan sarana pendukung lainnya sudah dipastikan  siap dari jauh-jauh hari. 

Waktu gladi resik satu hari sebelumnya kami adakan di lapangan SD Insan Kamil Kota Bogor. Fisik dan mental pun disiapkan agar saya bisa Fit esok harinya.

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, meski sudah biasa menjadi MC tetap saja deg-degan rasanya karena saya harus tektok dengan teman MC lainnya. 

Rasanya melihat panggung itu berasa milik sendiri,  berdiri di atas panggung di hadapan sekian banyak orang dan di hadapan audience umum... waaah, sesuatu sekali. 

Kegiatan P5 tersebut sangat menguras waktu dan tenaga, kurang lebih satu bulan setengah kami mempersiapkannya. Kerjasama murid,  guru, orang tua dan pihak terkait terjalin dengan baik. Saat inilah puncak perayaan. 

Acara yang sangat padat memang, maka kami berinisiatif untuk membagi acara menjadi dua sesi. Acara pertama dibawakan saya dan rekan saya dan sesi kedua diberikan kesempatan kepada teman guru lainnya. pembukaan pun berjalan dengan baik pengguntingan pita yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah berjalan mulus begitu pula ketika pengawas sekolah datang, kami dengan bahagia  menyambutnya karena berkesempatan menyaksikan dan ibu  pengawas pun memberikan apresiasi yang sangat baik bahkan mereka tak segan memberikan acungan jempol.

Acara demi acara berjalan dengan baik dan lancar dan kami pun bersyukur semoga acara hari meninggalkan kesan yang begitu mendalam dari setiap yang hadir.

Kami menutup acara hari ini dengan tarian dari Aceh yaitu Ratoe jaro yang dipersembahkan oleh kelas 6-A dan diakhiri oleh doa.

Terima kasih kepada semua yang mendukung acara ini. InsyaAllah dengan persiapan yang lebih matang, mari kita tunggu Gebyar P5 di semester yang akan datang semoga lebih berkah, lebih meriah, lebih kompak, dan pastinya lebih spekatakuler dari semester ini.

Ini ceritaku, mana ceritamu?

Sabtu Pagi

 Sabtu Pagi

Bangun pagi

Berasa bau melati

Ternyata aku pagi-pagi sudah mandi


Meski perut terasa melilit

Tapi berusaha untuk sedikit senam pagi

Gerak kanan kiri

Sampe kaki kiri terkilir

Disempatkan jalan pagi

Menyambut mentari 

Sebelum sempat menyengat terik

Dengan rasa syukur pagi ini dijalani 

Berkah illahi robbi menyertai


Catatan Harian

 *CATATANKU*

Dingin telah luruh

Dan gigil menuai pilu

Aku dengan sakit dan bahagia yang berbeda

Menulis sejarah dengan tinta sendiri

Berlumur air mata pedih, 


Luntur wajahku, 

Menuai pilu menusuk, 

Relung batinku. 

Duka menerkam kepala, 

Keadaan tersisih menuai sepi,  

Meski rindu terus menatapku, sesekali rindu menyapaku 

Raga di sini, batin di sana sungguh bagai siksa kerinduan terhadap robbku...


Lalu semesta menyapa

Sebagaimana hujan menghadiahi rerumputan dan bunga


Setelah sekian lama meringkuk dikepung kata-kata, 

Hanya puisi isyarat rindu, 

Menebar teror bagi kisah lusuh. 


Bogor, Nov-Des 2022

Ada Pelangi di kelas 4A

 Hingar bingar belum terdengar dari luar kelas. Selasar kelas satu persatu kujajak, meski tak memakai sepatu langkahku mantap menuju tugasku yang baru. Mengajar di sekolah ini yang terbilang cukup lama tak membuatku merasa bosan, jenuh, dan kata- kata negatif lakn yang menggambarkan kebosanan, tak terbersit sedikitpun aku berpindah tugas dari sini. Gambar karya anak tahun lalu masih menempel kokoh di dinding-dinding kelas.

Memasuki kelas yang kuhuni dari tahun 2014 terasa tak asing lagi bagiku. AC berjumalah 2 unit yang entah berapa lama usianya dan satu unit kipas angin coklat yang usang dan berdebu masih bertengger di samping jendela kaca yang sulit ditutup. 

Celah-celah kebocoran akibat saweran hujan berusaha diperbaiki oleh mamang-mamang sebutan office boy di sekolah ini.

Sekolah ini sudah berdiri puluhan tahun yang lalu, meski banyak sekolah yang menjamur di daerah ini makin lama makin menampakan pembuktian perbaikan di sana sini.

maintenance sekolah ini membutuhkan banyak biaya. namun dengan 


Puisi Bucin

Selasar sore membawaku 

Di penghujung senja

Senja memerah menanti kembang merekah

Angin semilir menghantarkan 

Serangan rindu

Semoga hatiku cukup menjadi rumah bagi jiwa petualangmu

Dan semoga cintaku mampu mendinginkan panasnya egomu


Mengais belas kasihanmu yang kau cecer sepanjang waktu


Semoga... cinta ini terus membawa bahagia

#bucin๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿป

Sekelumit

 

Tahun 2020 adalah masa pandemi dimana kita hanya bisa berhubungan belajar lewat digital. Saya mengenal salah satu sosok pegawai IT SD Insan Kamil. Beliau bernama Dahlia Suci Mulyanah. Bu Uci panggilannya. Kesan pertama ketika bertemu beliau sosok orang muda pasti di dalamnya terdapat ambisi dan keinginan besar dalam dirinya. sangatlah erat kaitannya dengan ambisi serta keinginan. Jika salah satunya tidak eksis, maka motivasi juga tidak akan muncul. Tentunya yang terjadi pada sosok yang baru saya kenal ialah dia bukan satu-satunya orang yang memiliki dua kelebihan itu, masih banyak orang di dunia ini yang memiliki ambisi atau keinginan besar, akan tetapi ternyata mereka masih memiliki kekurangan inisiatif.

Dalam menjalani tugasnya Bu Uci tak segan-segan mengeluh pada saya apa yang bisa membuat saya seperti ini, Beliau kagum karena kinerja saya. “Saya ingin deh seperti ibu, banyak tugas tapi ko bisa selesai tepat waktu. Sebetulnya tidak demikian juga, setiap orang akan dibebani pekerjaan yang berlainan porsinya. Tergantung bagaimana seseorang tersebut menyelesaikan dan memilih prioritas dalam hidupnya. Saya banyak melakukan motivasi ataupun pencerahan bahwa setiap orang akan memiliki kemampuan karena proses dan belajar. Belajar yang disemangati dalam diri akan berbeda hasilnya dengan belajar karena faktor luar. Saya senang memotivasi Bu Uci karena diapun akhirnya mau berusaha semakin fokus, semakin baik dari hari ke hari. Dan saya, akan selalu fokus pengembangan yang telah berjalan. Memperbaiki hasil kerja dalam mengedit gambar, bahasa, ataupun hal-hal yang mencakup keahliannya dalam bidang digital. Sebetulnya bu Uci bukan tidak bisa, hanya saja motivasi dalam dirinya yang kurang dipupuk.

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?

​Bukan usaha yang mudah dalam memberikan dukungan kepada teman sejawat. Apalagi seseorang itu memiliki keahlian di bidang yang kita belum mumpuni. Dukungan semangat melalui kata-kata atau melalui sikap, menurut saya sangat efektif. Karakteristik pribadi satu dengan yang lainnya akan berbeda tergantung pendekatannya. Dukungan tidak hanya moril tapi materipun akan sangat berpengaruh dalam hal ini. Tak jarang keluhan yang dilayangkan misalkan, ingin property pendudkung dalam pengambilan shoot gambar membutuhkan kamera yang memenuhi kapasitas yang baik dalam pengambilan gambar. Atau hanya sekedar mengeluh bahwa dirinyan tidak fokus dalam bekerja karena terlalu banyaknya tugas yang menumpuk tidak bisa diselesaikan tepat waktu. Saya memang tidak punya uang banyak untuk membeikan gadget yang harganya tidaklah murah. Tapi dengan meminjamkan hp milik pribadi atau mengajukan anggaran untuk membeli gadget ke bagian sarana dan prasarana pun saya sudah lakukan. Pernah juga saya berusaha menyampaikan motivasi dengan mengajaknya makan atau hanya sekedar membelikan minuman sambil diajak berdiskusi. InsyaAllah akan masuk narasi. Memang dukungan dan hambatan ini dua hal yang beriringan, jika ada dukungan pasti akan ada hambatan yang menyertainya. Asalkan kita penyampaiannya juga tidak sama sekali menyinggung atau merendahkan.Hambatan pun tak jarang saya temui dalam menyampaikan dukungan ini, harus melihat suasana hati juga, jika dalam keadaan yang santai diajak bicaranya menyenangkan. Menjaga semangat dalam berkarya supaya hasil tetap baik dan semakin baik, itupun sebuah dukungan yang akan menningkatkan kinerja. Semoga dengan terpeliharanya semangat dalam diri bu Uci makan beliau akan menjadi orang yang lebih menghargai waktu dan selalu fokus terhadap pekerjaannya.

 

Bagaimana hasilnya?

Dengan berbagai tahapan proses yang telah saya lakukan, semoga Bu Uci sebagai tim IT lainnya juga bertambah semangat. Terbukti dari hasil upload mengenai sosialisasi kegiatan di sekolah selalu menampilkan yang terbaik. Guru-guru pun memberikan empat jempol terhadap hasil yang telah dicapai. Hal ini akan membawa dampak perubahan tidak hanya untuk segelintir orang saja, namun bisa mempengaruhi yang lainnya.

 

Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1

  Rauda Alia, S.Pd SD Insan Kamil Kota Bogor CGP Angkatan 11 Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1  Pengambilan Keputusan Berbasis Ni...