Di Ruang Rindu

 Aku mengisahkan kenangan kepasrahan yang begitu lapang... 


Dalam kediaman... 

Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi...


Tunggu, santailah sejenak, karena tepat setelah meja makan yang ditinggalkan dan teras rumah sepi tak ada yang bersandar di dinding  


Bekas jejak kopi ini menyesak sebagai satu satunya keterangan, satu kisah yang pernah kita upayakan bersama


Pesan kopi terpahitmu dengan kenangan termanismu, ...

Genggam harapan kita yang paling bahagia...

Dan bila hatimu butuh di dengarkan, maka temui aku dalam perbincangan


Maka kopi yang kau minum takkan sepahit kehilangan meski hanya sementara...


Darmaga Pratama

Di ruang rindu...

Pelajaran diri hari ini

Terkadaang orang bercerita hanya butuh didengar, tidak selalu mencari solusi tapi syukur-syukur punya solusi. Ketika keluh kesah itu didengar dan dikeluarkan tidak lagi menjadi sesak di hati yang bisa menyebabkan hal negatif dalam diri. Maka, jika kmu belum bisa menjadi penasihat yang baik cobalah menjadi pendengar dan penjaga rahasia yang baik

puisi pandemi tentang semesta

 

Pagiku lembut membelai kulit

Gerimis kabut diam-diam pergi senyap ditengah wabah

Cahaya matahari menebar segala sesak ingin berbaur

Isyarat angin meruntuhkan segala luka

Sajadah menghalau segala pilu menujuNya

 

 

Jarak jangan membuatmu terkekang

Waktu yang terus bergulir

Jangan disia-siakan

Nikmati semesta yang tersdia

Bumi kaya raya mari kita jelajahi

Indonesia yang tak luput dari imbas pandemi

Pandemi bukan halangan untuk berkarya

Tasyakuran Kelulusan Angkatan ke-31

 

Berpisah bukan menandakan akhir dari segalanya namun berpisah adalah awal untuk menjumpai mimpi yang masih panjang terbentang.

Alhamdulillah, wasyukurillah pagi tadi Ahad, 20 Juni 2021 acara Tasyakuran Kelulusan Kelas Enam dimulai pukul 07.00 WIB bertempat di ruang studio SD Insan Kamil Bogor. Acara yang diikuti oleh angkatan ke-31 dengan lulusan sebanyak 183 murid yang akan bertolak ke tingkat SMP dan pesantren. Mereka didampingi oleh orang tua murid atau walinya. sungguh acara ini merupakan acara spesial baik untuk guru maupun murid yang akan  menorehkan kenangan.

Acara dimulai dengan tayangan Breaking News oleh ananda Muhamad Runa Razik yang membawakan berita yang sangat apik. Runa melaporkan persitiwa yang tengah terjadi pada saat ini. Berdasarkan himbauan dari pemkot Bogor, masyarakat tidak diperkenanankan mengadakan kerumunan oleh karena itu SD Insan Kamil Bogor melaksanakan tasyakuran secara virtual melalui zoom meeting dan live you tube sd insankmil official. Tayangan ulang wisuda Tahfidz yang telah dilaksanakan Hari Jumat, 18 Juni 2021 ikut disiarkan pada acara hari ini.

Lebih khidmat ketika peserta menyimak sambutan dari kepala SD Insan Kamil Bogor, Drs. H. Entis Sutisna berpesan untuk selalu menjaga pembiasaan-pembiasaan baik yang sudah diterapkan sehari-hari selama 6 tahun dan senantiasa semangat dan terus berdoa juga berprestasi meraih ridho Allah Swt. Al Ustad K.H. DR. Abdul Qodir Nurhasanpun berpesan agar murid-murid selalu menjaga protokol kesehatan 3M dan ditambah dengan M satu lagi yaitu mendawamkan wudhu. “Belajar di Insan Kamil tidak hanya mendapatkan keberkahan ilmu tetapi juga bernilai ibadah”, ajak beliau.

inilah pentas seni yang memikat hati di masa pandemi. Anda yang menyaksikan acara tadi pagi sangat  terhibur menyaksikan penampilan murid-murid SD Insan Kamil. Mereka pintar membaca puisi , bermain biola, memeragakan seni bela diri Taekwondo dan mahir menekan tuts piano dengan lagu you are my sunshine. Jiwa seni mereka terlihat di acara ini. Pesertapun menikmati acara dari pagi sampai menjelang zuhur terbukti dari konstannya peserta yang mengikuti di zoom meeting.

Acara lebih terasa syahdu kala Pak Agus Abdurrahman selaku Master Ceremony memandu jalannya prosesi kelulusan dengan penuh haru. Wali kelas 6 satu persatu tampil di depan layar kaca untuk melangsungkan prosesi pengalungan medali bersama-sama secara simbolis diikuti oleh orang tua murid mengalungkan medali kepada anak-anak mereka.

Acara ditutup oleh pembacaan doa oleh ananda M. Rehan kelas 6-D diikuti oleh lagu terima kasihku dan video klip lagu sampai jumpa yang menanmbah kenangan indah di akhir acara ini.

Terima kasih kepada seluruh panitia (penanggung jawab, ketua, bendahara, seksi dokumentasi,tim IT, seksi acara, dan seksi logistik). Penulis selaku salah satu dari seksi acara mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya jika ada hal yang tidak berkenan dan terima kasih kepada semua guru dan staf SD Insan Kamil yang telah mendukung sehingga acara ini berjalan dengan lancar.

Semoga acara ini memberikan kesan di hati kita, selamat mengarungi samudera ilmu anak-anakku, teruslah menjadi orang yang selalu menebarkan kebaikan dimanapun berada dan semoga Allah subhanahu wata’ala selalu melindung kita semua.

Persahabatan di Laut Lepas

 Persahabatan di Laut Lepas


Di sebuah tempat di tengah lautan lepas, Hiduplah 3 ekor ikan hiu. 

Kenalkan, namaku Bimbim. Aku ingin bercerita tentang persahabatanku dengan 2 temanku. Mereka adalah Bumbum dan Bambam. Meski kami bukan kakak beradik, persahabatan kami terlihat seperti sudah satu saudara. Oya, kami juga memiliki sifat yang berbeda satu sama lain.

Aku suka berpikir. Apapun yang kulakukan harus kupikirkan baik atau tidaknya tindakanku. Temanku, Bumbum, seekor hiu yang mudah menyerah. Dia paling tidak suka ketika diperhadapkan pada sebuah masalah. Bambam sendiri tidak suka berpikir ketika dihadapkan sebuah masalah. Kalian boleh acungkan jempol karena keahlian seekor hiu bisa berenang hingga kecepatan 97 km/jam lho.

“Wow, cepat sekali bukan?” 

Aku memuji diri sendiri.

Lama sudah kami tidak bermain dan bercanda sejak badai hebat 2 bulan lalu. Kami terpisah entah dimana satu sama lain dan  tidak pernah bertemu lagi.

“Tolooong … toloooong … !” 

Terdengar sayup-sayup dari kejauhan ada yang meminta tolong. Dari kejauhan, nampak kapal besar nelayan rupanya. 

“Wah, siapa ya itu? Kok rasa-rasanya aku kenal dengan suara itu.” 

Aku berenang sekuat tenaga mencari arah suara itu.

“Bumbumkah itu?”  

Ia bertanya dalam hati.

Terdengar ada yang berteriak sekuat tenaga. Ya, suara itu berasal dari jala nelayan yang diarahkan kepadanya. Aku memiliki keahlian yang lain, aku dapat mendeteksi medan listrik karena memiliki saluran kecil berisi gel pada hidungku untuk mendekteksi sinyal listrik pada perahu. Wajar jika aku bisa mendeteksi dari kejauhan.

“Bukankah itu Bumbum dan Bambam?” 

Bimbim memastikan kembali apakah benar apa yang dilihatnya itu. Tanpa berpikir panjang, ia pun  segera memanggil teman-temannya sesama hiu untuk menolong sahabatnya yang sedang terperangkap jala. 

“Hai teman-teman, bantu aku melepaskan sahabatku yang terperangkap jala itu!” teriak Bimbim mengajak teman-temannya untuk menggigit jala itu. 

Kawan Bimbim pun menoleh.

“Mengapa Bimbim minta bantu kepada kita? Setahuku, semua kita dan kerabat kita di sini semua. Siapa maksud Bimbim dengan temannya?” tanya hiu yang sedang menggoyang-goyangkan ekornya.

“Ayolah!” kata Bimbim.

“Ke mana?”

Tanpa berlama-lama, mereka bersepakat menolong sesuai arahan Bimbim.

“Ayo lebih keras lagi menggigitnya,” ajak Bimbim meneriakkan teman-temannya.

“Bertahanlah, Bum. Aku sedang mencoba melepaskanmu!”

Bimbim berusaha menenangkan Bumbum dan Bambam yang setengah ketakutan karena jeratan jala tersebut hampir sampai di permukaan laut.

“Byaar….!!!” Ikan-ikan lepas bertaburan yang terperangkap jala itu. Namun, Bimbim dan Bambam masih ada dalam kapal nelayan.

“Teman-teman, tolong kami. Kami tertangkap!” teriak Bumbum dan Bambam. Bumbum dan Bambam pasrah karena kematiannya hampir tiba.

“Ayo, teman-teman tenggelamkan kapal ini. Sahabatku ada di kapal itu!”

Bimbim mengajak teman-temannya untuk menenggelamkan kapal tersebut. 

“Ayo, sedikit lagi,” kata Bumbum.

“Semangat teman-teman!” seru yang lain sehingga makin bulatlah tekad mereka. 

Kapal oleng sedikit demi sedikit. 

“Perhatikan lubang yang bocor!” kata nelayan dengan panik.

“Di mana rupanya?” kata yag lain.

Bimbim berteriak kembali. 

“Ayo, demi sahabat-sahabatku. Kalian juga akan merasa beruntung jika bisa menyelamatkan sesama.”

Air laut masuk ke dalam kapal. Nelayan panik  karena akan tenggelam tak lama lagi. Untung saja, ada kapal nelayan yang kebetulan lewat. Akhirnya, nelayan terselamatkan.

“Ayo, ikut kami. Ajak nelayan dari kapal lain yang kebetulan sedang melewati perairan itu.”

“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa selamat,” seru nelayan.

“Aku ikhlas melepaskan tangkapanku hari ini,” ujar nelayan yang kecewa karena kapal satu-satunya hancur.”

Bimbim, Bambam, dan Bumbum akhirnya dapat merayakan persahabatannya. Mereka mengambil hikmah di dalam kejadian ini meski dalam keadaan apapun kita harus menjunjung tinggi persahabatan. Hal penting lainnya biasakanlah berpikir dan bekerja keras agar kita bisa mengatasi setiap kesulitan dengan mudah.

Silahturrahim

 Adab Murid Kepada Guru

Hari ini 7 Syawal 1442 H bertepatan Kamis, 20 Mei 2021 SD Insan Kamil mengadakan serangkaian acara silahturahim antar guru-guru TK dan SD Insan Kamil yang berkedudukan di Jalan Marga Jaya Dramaga, Bogor. Tadi pagi kami mengadakan khotaman kubro dan siraman rohani dari ustadz Yani dan ustadz Didin. Acara dibuka dengan zikir dan doa khotam qur`an oleh ustadz Irfan Setiawan, M.Pd. Guru-guru yang tergabung dalam acara ini tentunya memerhatikan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, dan menjaga jarak).

Ada yang menarik perhatian penulis saat penyampaian tausiyah dari Ustad Ahmad Yani, S.Ag. Beliau menjelaskan bahwa, adab kepada guru merupakan hal yang selayaknya dilakukan oleh seorang murid, adab yang dimaksud ialah berupa etika yang baik terhadap guru dalam proses pembelajaran dan juga di luar pembelajaran. Agar proses belajar berjalan dengan baik sehingga kita mampu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mampu mengantarkan kita menjadi orang yang sukses di dunia dan selamat di akhirat kelak. Mengenai akhlak murid terhadap guru, beliau menyampaikan poin-poin Adab Murid Terhadap Guru yang dinukil dari kitab Al Akhlaq Lil Banin. Diantara adab murid kepada guru ustad Yani sapaannya, mengatakan bahwa adab murid kepada guru diantaranya duduk dengan sopan, berbicara dengan sopan, bertanya dengan suara yang lemah lembut dan selalu memerhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Dengan memelajari adab belajar ini para guru bisa meningkatkan adab kepada guru karena sejatinya gurupun seorang pembelajar dan bisa berperan sebagai murid sampai kapanpun.

Tak kalah menariknya, penulis menyimak pembicara kedua disampaikan oleh ustadz Didin Baharudin sebagai pendiri Yayasan Al `ala yang terletak di Kebun Pedes Bogor.

Beliau mengajak kepada guru-guru agar memiliki sense of belonging terhadap sekolah diharapkan rasa memiliki terhadap sekolah semakin kental. Sehingga apapun yang dilakukan seorang guru di SD Insan Kamil dapat mengambil kebarokahan hidup sesuai amanat dari Ketua Yayasan Pendidikan SD Insan Kamil Bogor guru mursyid kami K.H. Muhamad Husni Thamrin Padma Wijaya Al Banjari.

Ditulis oleh Rauda Alia, S.Pd.

  

Teroris Sebenarnya

Aku melihat anak sekecil itu

Berlari-lari mengejar jasad ayahandanya 

Yang sedang diusung

Aku mendengar tangisan pilunya

Memanggil-manggil 

ayah ... ayah

Mereka bawa ayahnya yang hendak dikebumikan


Teroris dunia itu bernama Israel

Di akhir Ramadan tersiar kabar yang memilukan

Tidak hanya di kalangan umat islam tapi 

Umat manusia yang memiliki hati nurani 


Kita sama-sama tahu bahwa Palestina sedang dibombardir lagi. Banyak sudah korban berjatuhan terutama anak-anak.

Astagfirullah terakhir korban yang aku ketahui 1757 cedera, termasuk 250 dengan peluru tajam dan 325 dengan karet, selama konfrontasi dengan zionis israel di Tepi Barat dan Yerusalem sejak fajar kemarin.

Mereka tidak tahu urusan perang. Mereka terdampak akibat hausnya kekuasaan zionis yahudi

Tiada hal yang banyak kita lakukan adalah dengan menyelipkan rangkaian doa untuk mereka yang sedang berjuang demi pembebasan Al Aqso  dari cengkraman zionis 

Mari manfaatkan sosial media agar seluruh penjuru dunia tahu tentang kebiadaban Israel

Tunjukkan kepada mereka yang sampai saat ini masih diam melihat kezoliman ini.

Semoga Allah  memberikan syurga-Nya untuk para syuhada yang telah gugur.

Mari doakan bersama kepada mereka yang masih bertahan agar tetap kuat dan diberi kesabaran tanpa batas.

Cukup darah dan air mata mereka menjadi saksi di akhirat kelak. 

Kami di sini merasakan pilu kalian

Kami bisa merasakan sedihmu

Maafkan kami yang tak bisa ikut perjuangan. 

Ini hanya sebentar saja, selebihnya nanti.

Di syurgaNya, Allah kumpulkan kembali wahai para syuhada.

Tetaplah berjuang saudaraku!



Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1

  Rauda Alia, S.Pd SD Insan Kamil Kota Bogor CGP Angkatan 11 Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1  Pengambilan Keputusan Berbasis Ni...