Silahturrahim

 Adab Murid Kepada Guru

Hari ini 7 Syawal 1442 H bertepatan Kamis, 20 Mei 2021 SD Insan Kamil mengadakan serangkaian acara silahturahim antar guru-guru TK dan SD Insan Kamil yang berkedudukan di Jalan Marga Jaya Dramaga, Bogor. Tadi pagi kami mengadakan khotaman kubro dan siraman rohani dari ustadz Yani dan ustadz Didin. Acara dibuka dengan zikir dan doa khotam qur`an oleh ustadz Irfan Setiawan, M.Pd. Guru-guru yang tergabung dalam acara ini tentunya memerhatikan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan 3M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, dan menjaga jarak).

Ada yang menarik perhatian penulis saat penyampaian tausiyah dari Ustad Ahmad Yani, S.Ag. Beliau menjelaskan bahwa, adab kepada guru merupakan hal yang selayaknya dilakukan oleh seorang murid, adab yang dimaksud ialah berupa etika yang baik terhadap guru dalam proses pembelajaran dan juga di luar pembelajaran. Agar proses belajar berjalan dengan baik sehingga kita mampu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mampu mengantarkan kita menjadi orang yang sukses di dunia dan selamat di akhirat kelak. Mengenai akhlak murid terhadap guru, beliau menyampaikan poin-poin Adab Murid Terhadap Guru yang dinukil dari kitab Al Akhlaq Lil Banin. Diantara adab murid kepada guru ustad Yani sapaannya, mengatakan bahwa adab murid kepada guru diantaranya duduk dengan sopan, berbicara dengan sopan, bertanya dengan suara yang lemah lembut dan selalu memerhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Dengan memelajari adab belajar ini para guru bisa meningkatkan adab kepada guru karena sejatinya gurupun seorang pembelajar dan bisa berperan sebagai murid sampai kapanpun.

Tak kalah menariknya, penulis menyimak pembicara kedua disampaikan oleh ustadz Didin Baharudin sebagai pendiri Yayasan Al `ala yang terletak di Kebun Pedes Bogor.

Beliau mengajak kepada guru-guru agar memiliki sense of belonging terhadap sekolah diharapkan rasa memiliki terhadap sekolah semakin kental. Sehingga apapun yang dilakukan seorang guru di SD Insan Kamil dapat mengambil kebarokahan hidup sesuai amanat dari Ketua Yayasan Pendidikan SD Insan Kamil Bogor guru mursyid kami K.H. Muhamad Husni Thamrin Padma Wijaya Al Banjari.

Ditulis oleh Rauda Alia, S.Pd.

  

Teroris Sebenarnya

Aku melihat anak sekecil itu

Berlari-lari mengejar jasad ayahandanya 

Yang sedang diusung

Aku mendengar tangisan pilunya

Memanggil-manggil 

ayah ... ayah

Mereka bawa ayahnya yang hendak dikebumikan


Teroris dunia itu bernama Israel

Di akhir Ramadan tersiar kabar yang memilukan

Tidak hanya di kalangan umat islam tapi 

Umat manusia yang memiliki hati nurani 


Kita sama-sama tahu bahwa Palestina sedang dibombardir lagi. Banyak sudah korban berjatuhan terutama anak-anak.

Astagfirullah terakhir korban yang aku ketahui 1757 cedera, termasuk 250 dengan peluru tajam dan 325 dengan karet, selama konfrontasi dengan zionis israel di Tepi Barat dan Yerusalem sejak fajar kemarin.

Mereka tidak tahu urusan perang. Mereka terdampak akibat hausnya kekuasaan zionis yahudi

Tiada hal yang banyak kita lakukan adalah dengan menyelipkan rangkaian doa untuk mereka yang sedang berjuang demi pembebasan Al Aqso  dari cengkraman zionis 

Mari manfaatkan sosial media agar seluruh penjuru dunia tahu tentang kebiadaban Israel

Tunjukkan kepada mereka yang sampai saat ini masih diam melihat kezoliman ini.

Semoga Allah  memberikan syurga-Nya untuk para syuhada yang telah gugur.

Mari doakan bersama kepada mereka yang masih bertahan agar tetap kuat dan diberi kesabaran tanpa batas.

Cukup darah dan air mata mereka menjadi saksi di akhirat kelak. 

Kami di sini merasakan pilu kalian

Kami bisa merasakan sedihmu

Maafkan kami yang tak bisa ikut perjuangan. 

Ini hanya sebentar saja, selebihnya nanti.

Di syurgaNya, Allah kumpulkan kembali wahai para syuhada.

Tetaplah berjuang saudaraku!



Maafkan Lahir dan Batin

 Tunai


Untukmu 

Pejalan singkat 

Tinggalkan jejak melekat

Bersamamu tanpa ada sekat

Menuai kisah sesaat

Semoga menjadikanmu bermatabat


Andai ku tak di sini lagi bersamamu tahun depan

Cukup kamu sekarang dalam dekapan

Sebagai bekal mengarungi masa di depan

Nyata di peraduan


Begitu banyak ujian untukku

Namun ku tak bersabar diri

Begitu banyak nikmat

Namun ku sedikit mensyukuri

Begitu banyak anugerah

Namun sering ku lupa diri

Sampai akupun malu sendiri


Duhai ramadan

Ingin ku bermanja lagi

Tahun depan 

Mengukir khusyunya  ibadah 

Mengulang indah bertilawah

Menangis di atas sajadah 

Dengan tangan menengadah

Mengharap selalu lailatul qodar


Andai ku tak berjumpa denganmu lagi

Titip salam rinduku kembali

Agar aku nyenyak bermimpi

Dengan memetik amal sholih


Selamat jalan ramadan

Rindu ini akan selalu mendera

Tamu yang beberapa saat lalu bertandang

Kini berkemas untuk pulang


Kala senja tumbang di kaki barat, terbenam

Alunan takbir, berkumandang


Layaknya pohon apel yang ditanam. Se-intensif apapun kita merawatnya, pasti ada saja buah yang tumbuh tidak sesuai harapan, bisa jadi busuk sebelum dipetik, atau bunga yang gugur sebelum bekembang dan mekar.

Tetapi tidak adil jika menggeneralisasikan bahwa pohon itu jelek secara keseluruhan.


Seperti itu juga sikap dan lakuku Sehati-hati apapun tindakan meminimalisir, tetap saja ada kekeliruan yang tanpa sengaja terumbar. Mungkin ada kata yang tak sesuai takaran, ucap yang tak layak didengar, atau tindak yang tak sedap dipandang.


Hantaran maaf semoga jadi jalan keluar.


Minal aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

H-2

Bulan penuh berkah, 

Bulan penuh mulia...


Paket yang kuterima hari ini bukan hanya sekali dua kali nama ini pengirimnya

Nama yang sering disebutkan abang go send ketika membawa kabar menyenangkan.

Terharu banget meski aku sudah tidak mengajar anaknya, namun  masih saja ada perhatian buatku.

Semoga ibu selalu jd inspirasi buatku dlm hal "sharing". Masya Allah tabarakallah...

Allah yg bayar ya bu, bulan baik, doa yang baik2, semoga ibu dan kluarga bertambah baik lagi rizkinya.

Doa terindah untuk kluarga besar Fikri dan Lala...

_With love_

Muhasabah

 Jika ada yang berkata,

"nanti aku bantu."

Segera lupakan itu.

Jika seseorang berkata, "tolong ingatkan aku ya."

Manusia itu pelupa, tak selalu ingat perkataanmu

Perlahan jangan kau ucap kembali

Manusia tidak akan hanya memikirkan dirimu saja.


Ya kamu...hari ini dan selamanya

"Kamu, jangan pernah berharap kepada manusia!"

Terus??

"Aku harus menghindar dari fitrahnya manusia makhluk sosial?"

"Tentu bukan, jangan kau lakukan itu!"

"Lantas?"

Hanya untuk mengingatkan bahwa

1. Akan menyakiti diri sendiri

2. Setiap orang belum tentu selalu ingat kamu setiap saat, orang itu tidak hanya mengurusi urusanmu

3.  Jika tak sesuai harapan akan merusak persahabatan



Artinya...

Cukup hanya Allah tempat bergantung

Dah dulu, met rehat sahabat

Saur di Onih

 

Saur di Onih

 


Rabu...


Boleh aku duduk di sini? Aku hanya ingin memandangmu sebentar dan sekejap saja


Udara di sini sejuk bukan?.begitu sejuk kurasa


Tanpa ijinmu juga aku sanggup, hey bulan


Aku hanya ingin membersamai pagimu yang sebentar lagi kau tergantikan dengan mentari


Apa salahnya jika hari ini ku belum jadi apa-apa. Merekapun tak tau apa yang aku lakukan, bertahanlah...


Saat ini ku menorehkan kisah lagi.


Memberi hanya setitik pengalaman yang mungkin saja bisa meninggalkan walaupun sedikit jejak.




Ketika usiaku bertambah...aku sangat  sesali jika aku kesulitan mengenali diriku sendiri




Aku tidak mau apa-apa


Aku hanya ingin bahagia


21 April

 Apakah hari ini masih ada Kartini-Kartini pejuang wanita? Tentu saja ada, di setiap zaman akan ada sosok heroik yang berjuang, entah itu untuk dirinya sendiri, keluarga, atau bangsa. 


Wanita itu adalah kamu, wanita hebat yang berjuang di kerasnya zaman. Masih berjuang di antara perbedaan. 


Masih berjuang untuk cita-cita di antara kesibukan sebagai ibu, istri, anak, menantu, atau status apa pun itu. 


Buktikan bahwa wanita juga bisa maju dan berkarya.


Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1

  Rauda Alia, S.Pd SD Insan Kamil Kota Bogor CGP Angkatan 11 Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1  Pengambilan Keputusan Berbasis Ni...