Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1

 

Rauda Alia, S.Pd

SD Insan Kamil Kota Bogor

CGP Angkatan 11

Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1 

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

 

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Apa yang Anda lihat sebagai nilai utama yang perlu diajarkan kepada anak-anak untuk tujuan ini?

 

Kaitannya sangat erat! Mengajarkan anak tentang apa yang berharga membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan yang baik di masa depan. Seorang pemimpin yang memiliki nilai-nilai kebajikan cenderung mempertimbangkan dampak keputusan mereka terhadap orang lain dan lingkungan.

Ketika anak-anak belajar tentang nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, mereka menjadi lebih mampu menganalisis situasi dan memilih tindakan yang sesuai. Ini membentuk dasar untuk pengambilan keputusan yang bijak dan etis.

Dengan demikian, pendidikan nilai bukan hanya tentang pembelajaran moral, tetapi juga tentang membekali generasi mendatang dengan keterampilan untuk memimpin dengan baik dan bertanggung jawab.

 

Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita anut dalam pengambilan keputusan sangat mempengaruhi lingkungan di sekitar kita. Berikut beberapa dampaknya:

  1. Keberlanjutan: Prinsip yang mementingkan keberlanjutan dapat mendorong keputusan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan sumber daya yang efisien dan pengurangan limbah.
  2. Etika: Mengambil keputusan berdasarkan etika dapat memastikan bahwa kita mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari tindakan kita, sehingga mendorong keadilan dan tanggung jawab.
  3. Keterlibatan Masyarakat: Nilai-nilai yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dapat menghasilkan keputusan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.
  4. Inovasi: Prinsip terbuka terhadap perubahan dan inovasi dapat menghasilkan solusi baru yang lebih baik untuk masalah lingkungan, seperti teknologi hijau.
  5. Kesadaran Global: Memiliki perspektif global dalam pengambilan keputusan dapat meningkatkan kesadaran akan dampak tindakan kita tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di tingkat global, mendorong tindakan yang lebih bertanggung jawab.

Dengan mempertimbangkan nilai-nilai ini, kita dapat membuat keputusan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan lingkungan yang lebih luas.

  • Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kontribusi dalam proses pembelajaran murid sangat penting, terutama dalam pengambilan keputusan. Berikut beberapa cara pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi:

  1. Visi dan Misi: Pemimpin pembelajaran dapat menetapkan visi dan misi yang jelas, yang mengarahkan keputusan dan memastikan bahwa semua pihak memahami tujuan bersama.
  2. Kolaborasi: Mendorong kolaborasi antara guru, murid, dan orang tua dalam pengambilan keputusan. Ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan memungkinkan suara semua pemangku kepentingan didengar.
  3. Data dan Evaluasi: Menggunakan data dan evaluasi untuk membuat keputusan yang berbasis bukti, memastikan bahwa strategi pembelajaran yang dipilih efektif dan sesuai dengan kebutuhan murid.
  4. Pengembangan Profesional: Mendukung pengembangan profesional guru melalui pelatihan dan sumber daya, yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran di kelas.
  5. Budaya Pembelajaran: Membangun budaya pembelajaran yang positif, di mana murid merasa aman untuk berpartisipasi, bertanya, dan mengambil risiko dalam proses belajar.
  6. Fleksibilitas: Mempertimbangkan kebutuhan individual murid dalam pengambilan keputusan, memberikan ruang untuk pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran.

Dengan pendekatan yang tepat, pemimpin pembelajaran dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan murid, sekaligus memastikan bahwa keputusan yang diambil selaras dengan tujuan pendidikan yang lebih luas.

 

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.

Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

 Kutipan tersebut menggambarkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan perilaku etis. Tentu saja, ada hubungan erat antara kutipan ini dan pembelajaran tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin. Berikut beberapa keterkaitannya:

  1. Karakter dan Etika: Pendidikan yang baik membentuk karakter, dan pemimpin yang etis akan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Ini membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku yang baik.
  2. Model Perilaku: Pemimpin yang mempraktikkan etika dan kebajikan dalam pengambilan keputusan menjadi teladan bagi murid. Mereka belajar bagaimana membuat keputusan yang tidak hanya rasional, tetapi juga moral.
  3. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai: Pembelajaran tentang nilai-nilai kebajikan membantu murid memahami pentingnya mempertimbangkan etika dalam setiap keputusan. Ini mengajarkan mereka untuk tidak hanya berpikir tentang hasil, tetapi juga tentang proses dan dampaknya terhadap orang lain.
  4. Kesadaran Sosial: Pendidikan yang berfokus pada perilaku etis mendorong kesadaran sosial dan tanggung jawab, yang merupakan aspek penting dalam pengambilan keputusan pemimpin. Pemimpin yang baik harus peka terhadap kebutuhan dan konsekuensi bagi masyarakat.
  5. Keterlibatan dan Partisipasi: Mengajarkan nilai-nilai kebajikan dalam pendidikan mendorong murid untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan, baik di dalam kelas maupun di luar. Ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap hasil keputusan.

Dengan demikian, kutipan tersebut mencerminkan pentingnya pendidikan dalam membentuk pemimpin yang etis, yang mampu membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan demi kebaikan bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri):

Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kemandirian siswa. Ini sejalan dengan prinsip Pratap Triloka yang menekankan bahwa pemimpin harus memahami konteks dan kondisi sosial. Dalam pengambilan keputusan, pemimpin perlu mendengarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Seorang pemimpin yang bijaksana akan mempertimbangkan nilai-nilai dan tradisi yang ada dalam masyarakat saat mengambil keputusan, sehingga keputusan tersebut lebih diterima dan relevan.

Ki Hajar Dewantara mengedepankan pendekatan demokratis dalam pendidikan, sementara Pratap Triloka menekankan partisipasi dalam pengambilan keputusan. Pemimpin yang baik harus melibatkan berbagai pihak dalam proses keputusan untuk memastikan keberlanjutan. Filosofi Dewantara menekankan bahwa pendidikan adalah proses yang terus menerus. Dalam konteks pengambilan keputusan, pemimpin harus terbuka terhadap belajar dari pengalaman, baik sukses maupun gagal, serta selalu siap untuk beradaptasi dengan perubahan.Dengan mengintegrasikan nilai-nilai dari kedua filosofi ini, seorang pemimpin dapat mengambil keputusan yang tidak hanya efektif, tetapi juga beretika dan berkelanjutan, menciptakan dampak positif bagi masyarakat yang dipimpinnya.

 

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai pribadi membentuk dasar etika kita. Ketika dihadapkan pada keputusan, kita cenderung mempertimbangkan apa yang kita anggap benar atau salah berdasarkan nilai-nilai tersebut. Ini membantu memastikan bahwa keputusan yang diambil sejalan dengan integritas kita. Nilai-nilai kita juga memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain saat membuat keputusan. Jika kita menghargai kolaborasi dan keterbukaan, kita akan lebih cenderung melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan. pengalaman kita juga dapat memperkuat atau mengubah nilai-nilai yang ada. Hal ini dapat memengaruhi cara kita mengambil keputusan seiring waktu, menjadikan prosesnya dinamis. Dengan demikian, nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berfungsi sebagai kompas moral dan panduan dalam pengambilan keputusan, memastikan bahwa tindakan kita tidak hanya rasional tetapi juga konsisten dengan siapa kita dan apa yang kita yakini.

 

 

 

Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching dapat fokus pada keterampilan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang efektif, seperti analisis risiko, pemecahan masalah, dan komunikasi. Ini membantu individu menjadi lebih percaya diri dalam membuat keputusan di masa depan. Dalam proses pengambilan keputusan, penting untuk merasa percaya diri dengan pilihan yang diambil. Coaching dapat membantu individu memahami dan percaya pada proses serta hasil dari keputusan yang telah diambil, mengurangi keraguan yang mungkin muncul. Sesi coaching dapat digunakan untuk mengevaluasi implementasi keputusan yang telah diambil. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, pendamping dapat membantu merumuskan langkah-langkah adaptasi atau perbaikan, sehingga individu tetap bergerak maju. Dengan demikian saya sekarang dalam mengambil Keputusan tidak gegabah, setidaknya bisa mengambil Keputusan yang terbaik.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

 

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi dilema etika.ketika seorang guru yang memiliki kesadaran emosional yang tinggi dapat mengenali perasaan dan reaksi mereka sendiri saat dihadapkan pada dilema etika. Ini membantu mereka untuk tidak terbawa emosi negatif dan membuat keputusan yang lebih rasional. Guru pun harus menyadari pentingnya aspek sosial emosional, mereka cenderung lebih terbuka terhadap umpan balik dan belajar dari pengalaman. Ini membantu mereka mengembangkan strategi yang lebih baik dalam menghadapi dilema etika di masa depan.

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Keputusan yang mempertimbangkan semua perspektif dan melibatkan dialog dapat mengurangi konflik. Lingkungan yang bebas dari ketegangan dan perselisihan lebih mendukung kolaborasi dan produktivitas.

Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Setiap individu atau kelompok memiliki latar belakang dan nilai yang berbeda. Ini bisa mengakibatkan konflik saat membuat keputusan yang melibatkan dilema etika, karena perspektif yang berbeda mungkin sulit untuk disatukan. Terkadang, ada tekanan dari rekan sejawat atau lingkungan untuk mengambil keputusan tertentu, meskipun keputusan tersebut mungkin tidak etis. Ini bisa membuat saya merasa terjebak antara mempertahankan integritas pribadi dan memenuhi ekspektasi orang lain.

 

Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, minat, dan gaya belajar masing-masing murid dapat membantu dalam menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Disini seorang guru dapat mengambil Keputusan yang tepat agar pembelajaran sesuai dengan perbedaan masing-masing individu.

 

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Keputusan tentang kurikulum, metode pengajaran, dan sumber daya yang digunakan, fasilitas/sarana dan prasarana akan langsung mempengaruhi kualitas pendidikan yang diterima murid. Pembelajaran yang berkualitas dapat membuka peluang lebih besar bagi murid di masa depan

 

Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir dari pembelajaran ini adalah bagaiman seorang pemimpin pembelajaran harus memiliki ilmu dalam menerapkan pengambilan keputusan yang tepat tidak terburu-buru dan dapat diperhitungkan baik dan buruknya.

 

Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Saya memahami konsep dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Hal diluar dugaan ketika keputusan yang diambil salah dan waktu tidak dapat diulang untuk mengubah keputusan tersebut.

 

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah, hanya saja saya kurang percaya diri. Tapi setelah pembelajaran ini saya lebih percaya diri

 

Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampaknya dalam diri saya, saya lebih memahami berbagai teknik pengambilan keputusan  dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih sistematis.

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sebagai indivvidu tentunya saya lebih memilki keterampilan pengambilan keputusan yang baik, sehingga saya lebih siap menghadapi situasi yang tidak pasti atau berisiko. Sedangkan sebagai seorang pemimpin akan lebih terlatih dalam pengambilan keputusan dapat membuat keputusan yang lebih strategis dan berorientasi pada hasil, yang penting untuk keberhasilan pembelajaran.

 

 

Berlibur ke Tanjung Lesung

 

Banten- Kelelahan terbayar setelah hampir 4.30 jam perjalanan untuk sampai ke Tanjung Lesung. Tanjung Lesung terletak di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ada beberapa opsi jalur yag dapat dialalui : tol serang Timur – Pandeglang-Labuan_Tanjung Lesung atau bisa melalui alternatif biasa yang tidak memalui jalan tol: Bubulak-Pandeglang-Labuan-Tanjung Lesung dengan kondisi jalan yang cukup baik karena sudah ditingkatkan menjadi kontruksi jalan beton. Tanjung Lesung merupakan kota zona ekonomi khusus yang tengah dikembangkan menjadi Kawasan tujuan wisata internasional. Kawasan pesisir Banten yang memilki keindahan Pantai yang eksotik dan terumbu karang yang menarik, ombaknya yang cukup tenang juga pasir putih kabarnya mengundang banyak perhatian untuk dijadikan tempat self healing dan objek wisata. Suasana asri dan sejuk membuat para wisatawan yang berkunjuk dijamin betah dan hampir lupa pulang.

Perjalanan yang membutuhkan waktu cukup lama kami sempatkan singgah beberapa kali di masjid dan beberapa SPBU untuk solat dan beristirahat. Sepanjang jalan saya disuguhi pemandangan indah. Terlihat di kanan jalan banyak Pantai dijadikan sebagai tempat wisata diantaranya ada Pantai Ciheru, Pantai Kasvana, dan banyak Pantai lain yang bisa dijadikan pilihan destinasi liburan. Sepertinya pepohonan bakau tak terlepas menjadi bagian pemandangan indah. Perjalanan yang saya tempuh bersama keluarga di mulai dari Bubulak-Bogor. Kami menginap di Penginapan Bunar Tunggal Inn yang terletak kurang lebih 2 Km tempat tempat  penginapan kami. Kasvana Beach yang kami pilih sangat memikat hati untuk kami kunjung di musim libur sekolah akhir semester kali ini.

Kami tiba di Pantai sekitar pukul 14.15. tempat parkir yang cukup luas dan banyak gazebo yang tersedia memberikan kami keleluasaan untuk memesan dan menikmati makanan dan minuman.

Ombaknya yang tidak terlalu besar dan air lautnya yang biru membuat anak-anak tidak sabar untuk bermain air. Pasir putihnya yang bersih dan halus Nampak menghiasi imajinasi anak-anak yang mencoba membuat bangunan Impian mereka. Sekelompok anak kecil terlihat tertawa riang bermain dengan sekop mainan dan peralatan main lainnya seperti cetakan membuat puri meski sesekali kaki mereka berjangkit menghindari ombak yang menghampiri Pantai. Beberapa menit kemudian dari hasil kreatifitas mereka tampak lubang besar dan beberapa bangunan kecil versi mereka yang terbuat dari pasir Pantai.

Ini baru kali pertama kami menginjakan kaki di tempat ini rasanya suasana saat itu membuat saya dan keluarga ingin sekali mengulangnya. Perjalanan yang cukup lama akhirnya terbayarkan dengan keindahan yang didapat. Semoga saya dan keluarga bisa Kembali ke sini dan mengeksplore Pantai lainnya. Terima kasih kepada orang baik yang telah membersamai dan memberikan kesempatan kepada kami untuk berbahagia menikmati liburan kali ini.

Ini ceritaku

 

Yaa Robb..

Ukirlah senyumku setiap hari di wajah anak didikku yang lebih memesona dibandingkan sinar matahahari pagi.

Buatlah candaanku menjadi alur kebenaran yang lantas membuat membuat mereka bersemangat pergi sekolah setiap hari.

Jadikanlah insprasi setiap gerak gerikku di mata orang yang melihatku tanppa mereka pernah berpikir tentang kekuranganku.

Ini kisahku di tahun 2023…

Aku bertugas mengajar di salah satu kota besar di Jawa Barat. Prjalanan menuju tempat tugas lumayan memakan waktu sekita 60 menit. Maklumlah jalan propinsi yang sempit dengan volume kendaraan yang tidak seimbang cukup kerepotan dalam menghadapi kemacetan.

Teman setia bepergianku si hitam sudah menanti di depan rumah. Bunyi klakson yang khas menandai suami sudah Bersiap mengantar. Seperti biasanya rutinitas pagi kali ini diantar ileh suami SIAGA (siap antar jaga). Kok, tidak mengendara motor sendiri? Kerap pertanyaan itu muncul Ketika aku dibonceng suami. Apalah buat, suamiku memberikan bentuk kasih sayangnya dengan tidak memperbolehkan membawa motor sendiri ke sekolah.

Pagi buta seperti biasanya percikan air dingin menyentuh wajahku. Qiyamullail yang kurutinkan membuat banyak perubahan dalam hidup. Pengalaman demi pengalaman baik pahit dan manis teasa sekali menjadi pembelajaran hidupku.

Tring...suara ponsel menandakan bunyi pesan masuk. "

Gemeeees!

Aku melangkah mantap di pagi hari dengan mata berbinar menyambut pagi nan indah. Harus semangat meski badan terasa sakit sewaktu bangun tidur tadi dini hari. Rutinitas pagiku harus dimulai dengan good mood. Kalau tidak, hmm…terbawa sampai ke siang hari.

Peci hitam anakku sudah siap bertengger di kepala bertanda si dia sudah siap bergegas ke sekolah.

Kholil, sepatu udah siap, buku diperiksa lagi, di prokan disuruh bawa apa aja udah siap?, terikku mengngatkan si bungsu yang makin hari terlihat mandiri.

“iya bu sudah semua, siap erangkat!

Menjelang Magrib

 _Menjelang Magrib_


Panas api menanti takoyaki

Melambai-lambai dan pasti 

Matang terasa siap terhidang 

Klik pembayaran Qris 

selesai


Namun kasih, 

Meski gurih meringkuk 

Di lidah ini. 

Kurang dirasa 

Tanpa hadirmu sang pengusir sepi. 


Ingat tawamu menambal luka 

Yang sembuh lalu kambuh 

Bersamaan; mengutuk jiwa 

Kadung rapuh. 


Tapi waktu berlarian 

Tak kenal letih ia tuliskan 

Kenang di kening 

Jemari yang dulu lihai 

Menata hari jadi serumpun 

Bunga tidur kini

Membeku sebagai es batu

Terapung di Bara


Kampus Dalam, 

9 Agustus 2023

ini ceritaku di penghujung tahun

Pengalaman menjadi MC tidaklah mudah. Kita harus mengatur suara agar tetap stabil,  intonasi suarapun harus tetap terjaga bahkan mengatur emosi harus dikendalikan apalagi saat kita berada pada keadaan tidak mood.

Pada tanggal 21 Desember 2022 di penghujung tahun, saya berkesempatan memandu acara menjadi MC pada acara Gebyar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Meskipun pada awalnya saya ditugaskan sendiri namun dikarenakan keadaan badan saya yang masih pemulihan, maka beberapa teman akan membersamai. 

Sudah sewajarnya sebagai guru, public speaking sudah teruji apalagi dalam keadaan di dalam kelas. Tapi tidak kali ini, acara gebyar P5 tidak hanya dihadiri hanya peserta didik saja tapi audience-nya umum baik orang tua, guru atau hadirin yang hadir di acara tersebut. Acara gebyar P5 mengusung tema *Kreatif berwirausaha, menjunjung tinggi kearifan lokal dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika*.

Gebyar P5 ini pun hadir di live youtube dan instagram @sdinsankamilofficial.

Bukan kali pertama saya ditugaskan menjadi MC dalam rapat, seminar, atau pelatihan guru lainnya. Pengalaman menjadi MC sadar atau tidak sadar saya lakukan semata-mata ingin mencoba hal baru yang bisa membiasakan saya tampil di muka umum. Saya yakin pengalaman yang saya jalani akan membawa dampak di kemudian hari.

Teman saya pernah bilang: "kamu gerak aja dulu, peluang nanti akan bermunculan."

Ada pengalaman lain ketika saya ditugaskan untuk melatih MC di luar acara yang saya sendiri bukan MC-nya (paham kan?). Dari mulai memilih anak yang berani tampil dan siap diarahkan. Tidaklah mudah mencari MC dari kalangan anak-anak yang mereka harus   dilatih sebagai MC dalam waktu yang begitu singkat. 

Alhamdulillah kali ini ngemsi bersama teman-teman guru yang ditunjuk pun mereka bersedia membersamai. tanggal 21 Desember adalah hari yang ditunggu-tunggu berbagai persiapan pun sudah saya beserta panitia lakukan. Dari mulai menyusun acara hingga membuat narasi MC. Memastikan pengisi acara dan sarana pendukung lainnya sudah dipastikan  siap dari jauh-jauh hari. 

Waktu gladi resik satu hari sebelumnya kami adakan di lapangan SD Insan Kamil Kota Bogor. Fisik dan mental pun disiapkan agar saya bisa Fit esok harinya.

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, meski sudah biasa menjadi MC tetap saja deg-degan rasanya karena saya harus tektok dengan teman MC lainnya. 

Rasanya melihat panggung itu berasa milik sendiri,  berdiri di atas panggung di hadapan sekian banyak orang dan di hadapan audience umum... waaah, sesuatu sekali. 

Kegiatan P5 tersebut sangat menguras waktu dan tenaga, kurang lebih satu bulan setengah kami mempersiapkannya. Kerjasama murid,  guru, orang tua dan pihak terkait terjalin dengan baik. Saat inilah puncak perayaan. 

Acara yang sangat padat memang, maka kami berinisiatif untuk membagi acara menjadi dua sesi. Acara pertama dibawakan saya dan rekan saya dan sesi kedua diberikan kesempatan kepada teman guru lainnya. pembukaan pun berjalan dengan baik pengguntingan pita yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah berjalan mulus begitu pula ketika pengawas sekolah datang, kami dengan bahagia  menyambutnya karena berkesempatan menyaksikan dan ibu  pengawas pun memberikan apresiasi yang sangat baik bahkan mereka tak segan memberikan acungan jempol.

Acara demi acara berjalan dengan baik dan lancar dan kami pun bersyukur semoga acara hari meninggalkan kesan yang begitu mendalam dari setiap yang hadir.

Kami menutup acara hari ini dengan tarian dari Aceh yaitu Ratoe jaro yang dipersembahkan oleh kelas 6-A dan diakhiri oleh doa.

Terima kasih kepada semua yang mendukung acara ini. InsyaAllah dengan persiapan yang lebih matang, mari kita tunggu Gebyar P5 di semester yang akan datang semoga lebih berkah, lebih meriah, lebih kompak, dan pastinya lebih spekatakuler dari semester ini.

Ini ceritaku, mana ceritamu?

Sabtu Pagi

 Sabtu Pagi

Bangun pagi

Berasa bau melati

Ternyata aku pagi-pagi sudah mandi


Meski perut terasa melilit

Tapi berusaha untuk sedikit senam pagi

Gerak kanan kiri

Sampe kaki kiri terkilir

Disempatkan jalan pagi

Menyambut mentari 

Sebelum sempat menyengat terik

Dengan rasa syukur pagi ini dijalani 

Berkah illahi robbi menyertai


Catatan Harian

 *CATATANKU*

Dingin telah luruh

Dan gigil menuai pilu

Aku dengan sakit dan bahagia yang berbeda

Menulis sejarah dengan tinta sendiri

Berlumur air mata pedih, 


Luntur wajahku, 

Menuai pilu menusuk, 

Relung batinku. 

Duka menerkam kepala, 

Keadaan tersisih menuai sepi,  

Meski rindu terus menatapku, sesekali rindu menyapaku 

Raga di sini, batin di sana sungguh bagai siksa kerinduan terhadap robbku...


Lalu semesta menyapa

Sebagaimana hujan menghadiahi rerumputan dan bunga


Setelah sekian lama meringkuk dikepung kata-kata, 

Hanya puisi isyarat rindu, 

Menebar teror bagi kisah lusuh. 


Bogor, Nov-Des 2022

Ada Pelangi di kelas 4A

 Hingar bingar belum terdengar dari luar kelas. Selasar kelas satu persatu kujajak, meski tak memakai sepatu langkahku mantap menuju tugasku yang baru. Mengajar di sekolah ini yang terbilang cukup lama tak membuatku merasa bosan, jenuh, dan kata- kata negatif lakn yang menggambarkan kebosanan, tak terbersit sedikitpun aku berpindah tugas dari sini. Gambar karya anak tahun lalu masih menempel kokoh di dinding-dinding kelas.

Memasuki kelas yang kuhuni dari tahun 2014 terasa tak asing lagi bagiku. AC berjumalah 2 unit yang entah berapa lama usianya dan satu unit kipas angin coklat yang usang dan berdebu masih bertengger di samping jendela kaca yang sulit ditutup. 

Celah-celah kebocoran akibat saweran hujan berusaha diperbaiki oleh mamang-mamang sebutan office boy di sekolah ini.

Sekolah ini sudah berdiri puluhan tahun yang lalu, meski banyak sekolah yang menjamur di daerah ini makin lama makin menampakan pembuktian perbaikan di sana sini.

maintenance sekolah ini membutuhkan banyak biaya. namun dengan 


Puisi Bucin

Selasar sore membawaku 

Di penghujung senja

Senja memerah menanti kembang merekah

Angin semilir menghantarkan 

Serangan rindu

Semoga hatiku cukup menjadi rumah bagi jiwa petualangmu

Dan semoga cintaku mampu mendinginkan panasnya egomu


Mengais belas kasihanmu yang kau cecer sepanjang waktu


Semoga... cinta ini terus membawa bahagia

#bucin😁🙏🏻

Sekelumit

 

Tahun 2020 adalah masa pandemi dimana kita hanya bisa berhubungan belajar lewat digital. Saya mengenal salah satu sosok pegawai IT SD Insan Kamil. Beliau bernama Dahlia Suci Mulyanah. Bu Uci panggilannya. Kesan pertama ketika bertemu beliau sosok orang muda pasti di dalamnya terdapat ambisi dan keinginan besar dalam dirinya. sangatlah erat kaitannya dengan ambisi serta keinginan. Jika salah satunya tidak eksis, maka motivasi juga tidak akan muncul. Tentunya yang terjadi pada sosok yang baru saya kenal ialah dia bukan satu-satunya orang yang memiliki dua kelebihan itu, masih banyak orang di dunia ini yang memiliki ambisi atau keinginan besar, akan tetapi ternyata mereka masih memiliki kekurangan inisiatif.

Dalam menjalani tugasnya Bu Uci tak segan-segan mengeluh pada saya apa yang bisa membuat saya seperti ini, Beliau kagum karena kinerja saya. “Saya ingin deh seperti ibu, banyak tugas tapi ko bisa selesai tepat waktu. Sebetulnya tidak demikian juga, setiap orang akan dibebani pekerjaan yang berlainan porsinya. Tergantung bagaimana seseorang tersebut menyelesaikan dan memilih prioritas dalam hidupnya. Saya banyak melakukan motivasi ataupun pencerahan bahwa setiap orang akan memiliki kemampuan karena proses dan belajar. Belajar yang disemangati dalam diri akan berbeda hasilnya dengan belajar karena faktor luar. Saya senang memotivasi Bu Uci karena diapun akhirnya mau berusaha semakin fokus, semakin baik dari hari ke hari. Dan saya, akan selalu fokus pengembangan yang telah berjalan. Memperbaiki hasil kerja dalam mengedit gambar, bahasa, ataupun hal-hal yang mencakup keahliannya dalam bidang digital. Sebetulnya bu Uci bukan tidak bisa, hanya saja motivasi dalam dirinya yang kurang dipupuk.

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?

​Bukan usaha yang mudah dalam memberikan dukungan kepada teman sejawat. Apalagi seseorang itu memiliki keahlian di bidang yang kita belum mumpuni. Dukungan semangat melalui kata-kata atau melalui sikap, menurut saya sangat efektif. Karakteristik pribadi satu dengan yang lainnya akan berbeda tergantung pendekatannya. Dukungan tidak hanya moril tapi materipun akan sangat berpengaruh dalam hal ini. Tak jarang keluhan yang dilayangkan misalkan, ingin property pendudkung dalam pengambilan shoot gambar membutuhkan kamera yang memenuhi kapasitas yang baik dalam pengambilan gambar. Atau hanya sekedar mengeluh bahwa dirinyan tidak fokus dalam bekerja karena terlalu banyaknya tugas yang menumpuk tidak bisa diselesaikan tepat waktu. Saya memang tidak punya uang banyak untuk membeikan gadget yang harganya tidaklah murah. Tapi dengan meminjamkan hp milik pribadi atau mengajukan anggaran untuk membeli gadget ke bagian sarana dan prasarana pun saya sudah lakukan. Pernah juga saya berusaha menyampaikan motivasi dengan mengajaknya makan atau hanya sekedar membelikan minuman sambil diajak berdiskusi. InsyaAllah akan masuk narasi. Memang dukungan dan hambatan ini dua hal yang beriringan, jika ada dukungan pasti akan ada hambatan yang menyertainya. Asalkan kita penyampaiannya juga tidak sama sekali menyinggung atau merendahkan.Hambatan pun tak jarang saya temui dalam menyampaikan dukungan ini, harus melihat suasana hati juga, jika dalam keadaan yang santai diajak bicaranya menyenangkan. Menjaga semangat dalam berkarya supaya hasil tetap baik dan semakin baik, itupun sebuah dukungan yang akan menningkatkan kinerja. Semoga dengan terpeliharanya semangat dalam diri bu Uci makan beliau akan menjadi orang yang lebih menghargai waktu dan selalu fokus terhadap pekerjaannya.

 

Bagaimana hasilnya?

Dengan berbagai tahapan proses yang telah saya lakukan, semoga Bu Uci sebagai tim IT lainnya juga bertambah semangat. Terbukti dari hasil upload mengenai sosialisasi kegiatan di sekolah selalu menampilkan yang terbaik. Guru-guru pun memberikan empat jempol terhadap hasil yang telah dicapai. Hal ini akan membawa dampak perubahan tidak hanya untuk segelintir orang saja, namun bisa mempengaruhi yang lainnya.

 

Ibroh today

 Ibroh kita hari ini:

1. Jadilah orangtua yang peduli terhadap anak-anak kita, karena anak adalah anugrah luar biasa yang Allah SWT titipkan.

2. Jika terjadi masalah pada anak, tunjuk dulu kepada diri kita, apakah kita sudah menjadi orangtua yang baik

3. Mohon ampunan kepada Allah ( *istigfar* ) dan berharap semua masalah Allah berikan jalan keluar.

4. Anak adalah cerminan orangtua. Sejauh mana kita sbg orangtua sudah menjalankan peran kita sebagai menejer di keluarga.

5. Orangtua yang utuh adalah yang mampu menjalankan perannya tidak hanya mengurus rumah tangga, membesarkan, mencukupi kebutuhan, membimbing tetapi juga memenuhi kebutuhan *psikis* anak

6. Mari kita buat visi misi keluarga bersama sang nahkoda (suami) supaya berjalan beriringan dalam ridho Allah

Boleh menambahkan di kolom komentar😊

Kenangan bersama Abi Tham

 *Sweet Memory*


Suasana terasa lega,  perbincangan hangat dan ringan pun mengiringi kebersamaan kami sambil sesekali menyeruput air mineral gelas turut menyegarkan saat proses acara berakhir. Semua tampak merasakan keceriaan dan kepuasan hati karena telah melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dan lancar.

_"Hoorray, yes, we did it well"_ teriak salah seorang murid yang kemudian direspon oleh murid lainnya.

_"Yeah, we feel relieved now"_ pungkasnya.


Saat itu kami berenam yang terdiri dari empat murid kelas 6 SD Insan Kamil yang dibimbing oleh saya Rauda sebagai walikelas mereka dan mr. Ahtar sebagai guru bahasa Inggris.

Kami memiliki tugas berkunjung ke studio pemancar radio Alihya FM untuk mengisi salah satu slot acara English Talkshow yang dipandu oleh Umi Netty sebagai presenternya. 


Umi Netty sangat piawai memandu acara tersebut dengan gaya interaktifnya hingga acara talkshow yang berdurasi +- 1 jam setengah terasa begitu cepat berakhir. 


Di tengah suasana ceria dan kami pun bergegas untuk kembali ke SD Insan Kamil gedung A,  kami dikagetkan dengan kedatangan seorang staf Majlis Alihya dengan bergegas staff tersebut menyapa kami: 


_"Apakan ini Mr.Akhtar dan Umi Rauda yang barusan mengisi acara di radio?"_

_"Iya, benar"_ jawab kami.

_"Saya Akhtar dan ini Bu Rauda"_ mister akhtar menegaskan.


_"Umi dan ustadz ditunggu sama Abi di ruangannya, silahkan ikuti saya"_ kata staf tersebut.


Sejenak kami saling memandang dengan wajah bingung, terbersit kekhawatiran dalam hati, ada kesalahan apa gerangan sampai dipanggil Abi langsung ke ruangan beliau.


Belum selesai kami berpikir, kamipun tersentak oleh suara lantang dari staf itu.


_"Umi, ustadz, ayo... segera ke sana, sudah ditunggu sama Abi"_ dengan lantangnya seketika mengejutkan kami yang masih bertanya-tanya dalam hati, ada apa gerangan.


Kami pun bergegas mengikutinya.


Ruangan bercat putih dibalut kaca-kaca bersih sehingga siapapun yang menengok ke arah kanan kirinya, pasti akan melihat bayangannya sendiri.


Gedung yang berlantai tiga tampak terawat, tercermin dari lantai yang tak setitikpun debu terlihat, bersih.

Akhirnya kami tiba di salah satu ruangan. Seraya staf tersebut mempersilahkan kami masuk.  


Baru saja ketukan pertama di pintu berbalut kaca, dengan sedikit gemetar karena khawatir kami memiliki kesalahan ketika siaran radio tadi tak luput kami saling tatap menandakan siapa yang masuk duluan ke ruangan itu.


Langkah kaki kami yang kaku, kami lirih mengucapkan salam dan masuk ke sebuah ruangan yang ternyata cukup luas dan sangat bersih. Dinding ruangan yang bercat putih dihiasi dengan tirai putih yang  lembut serta dilengkapi dengan tata letak _furniture_ yang rapi membuat sedap mata memandangnya. 


Seketika kamipun takjub seraya bersyukur karena merasa beruntung bisa berkesempatan masuk ke ruangan pribadi Abi.


Belum selesai kami menikmati suasana ruangan itu, terdengar suara lembut menyapa kami. Iya, dugaanku benar. Beliau adalah Abi.


_"Ayo kemari, Ust. Akhtar, Umi Raudhoh"_ sapanya.

Abi itu memanggilku tidak seperti orang lain. Kekhasan panggilanku merupakan membuat aku tak akan pernah lupa. Umi Raudhoh. bukan "bu Rauda" yang biasa guru SD insan kamil memanggilnya. Panghilan sayang pasti, pikirku. 


_"Ayo, kemari-kemari, ayo anak-anak juga ke sini. duduklah di sini"._ sapa beliau yang mempersilahkan kami duduk mengelilingi sebuah meja makan yang di atasnya sudah tersaji beragam hidangan. Harum masakan menusuk hidung membuat perut terasa makin lapar.


_"Ini ada ayam goreng, ada gulai kambing, ada sayur, semuanya enak. sudah Abi siapkan buat kalian."_ kata beliau.

Terus terang kamu gugup, kami kikuk...bingung harus berkata apa.

_"Sekarang giliran Abi yang melayani kalian,"_ kata beliau sambil mengambil nasi ke piring yang sudah disediakan.


Bayangkan, Abi sendiri yang langsung melayani kami dengan menaruh nasi di piring kami masing-masing. Entah perasaan apa yang menyelimuti dalam hati dan pikiran kami, antara senang, malu, sungkan, bangga dan.... ah, entahlah. Semua bercampur menjadi satu. 

Kamipun mulai menyantap hidangan lezat dan istimewa tersebut. 


Kembali Abi menyajikan hidangan lainnya. beliau membuka lemari es dan mengeluarkan semangkuk besar berisi es krim lalu menyajikannya di meja kami.

_"Hmmm... ini Abi punya es krim yang enak dan lezat, es krim rasa durian. Nanti setelah selesai makannya, ini es krimnya dimakan. sekarang abi keluarkan biar agak meleleh dan lembut."_ kata beliau.

_"Iya Abi, terima kasih"_ sambut kami.


Saat kami masih menikmati hidangan, Abi kembali menyapa kami.

_"Ustadz Akhtar, umi masih ada? Ibu... ibunya ust. Akhtar masih ada?"_ tanyanya.

_"Masih ada"_ jawabnya.

_"Kalo bapa masih ada?_ lanjutnya.

_"Alhamdulillah. masih ada Abi."_ mister akhtar melanjutkan.

Lalu Abi menoleh kepadaku dan berkata: 

_"Umi Raudhoh, ayah ibu masih ada?_

_"Alhamdulillah, saya masih ada mama Abi."_ jawab bu rauda.

_"Alhamdulillah, kalo begitu._

_Jangan lupa berbakti kepada Ibu bapa, selagi masih ada. terutama ibu."_ kata Abi menasehati kami. 


_"Sampaikan salam dari Abi buat Ibu Bapaknya Ust. Akhtar dan Umi Raudhoh."_

Serempak kamipun menjawab:

_"Baik Abi, terima kasih banyak, Abi."_

Abi pun tersenyum kepada kami dan masuk ke ruang khusus beliau yang dihalangi tirai putih.


Sementara kami melanjutkan makan dengan lahap. Hmmm...lezaaaat....!


Makanan yang begitu lezat membuat perut kami kenyang sampai sulit untuk bangun.


Kami kembali ngobrol pelan dan aku mencoba berbisik ke mister ahtar,

 

_"Gimana nih, abis ini ngapain..pulang aja?"_

_"Gak tau, kalo mo pulang harus ijin dulu. tapi ga ada siapa-siapa."_ jawab mister akhtar.


Kami kebingungan harus ngapain lagi karena Abi dan staf nya tidak tampak di dekat kami.

Setelah beberapa lama, staf menyibakan tirai sambil keluar menghampiri kami lalu menyapa.

_"Sudah makannya"?_

_"Alhamdulillah, sudah tadz."_ Jawab kami.

_"Ini ada titipan dari Abi buat ust sama umi"_ kata staf itu sambil memberikan kami masing-masing sebuah paperbag besar berisi bingkisan.


_"Kata Abi, ini buat orangtuanya ustadz dan umi dari Abi. Abi sekarang sedang wiridan. Jika mau pulang silahkan."_

_Alhamdulillah, hatur nuhun. terima kasih. Kami pamit pulang."_ jawab kami.

Staf pun mengiringi langkah kami keluar ruangan. 

Setelah di luar saya, mister Akhtar dan anak-anak bimbingan kembali saling menatap dan teriak: _"Alhamdulillah...ya Allah..!!!"_

murid-murid juga terlihat sangat senang. 


Murid-murid kemudian pulang dijemput orang tuanya masing-masing.

Aku dan mister Akhtar masih tidak percaya melewati pengalaman hari itu. Kami pulang ke rumah dengan berjuta rasa.


Ini salah satu  kenangan yang tersisa bersama Abi Tham yang takkan pernah terlupakan. Banyak kenangan indah lainnya bersama Abi meski aku tidak sedekat ustad dan Umi di Al Ihya tapi aku khususnya merasa sangat beruntung mengalami kenangan seindah ini bersama Abi.. 

_

Abi, Engkau saat ini sudah berada dalam Rahmat dan Kasih Sayang Allah SWT._

_Allahummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi Wa'fu 'anhu._

_Aamiiiiiin...._



Wahai Orang Baik

 Teruslah Menjadi Orang Baik

Kamis, April 2022

By: Rauda

For: Orang Baik


Teruslah Menjadi Orang Baik


Orang baik selalu disapa

Orang baik selalu gembira

Orang baik  tak lupa menyapa

Orang baik tak pernah pura-pura


orang baik suka memberi

Orang baik suka menyayangi

Orang baik  tak suka kikir

Orang baik  tak suka mangkir


Orang baik selalu bahagia

Orang baik selalu ceria

Siapakah orang baik itu

Orang baik itu kamu


Menelusuri Ramadan 1443H

Mencoba menelusuri bulan kasih sayang, maghfirah dan perlindungan dari api neraka-Mu...


Ya Rabbi,

Kuakui dosaku.

Dalam bulan penuh ampunan-Mu...

Kumohon, ampuni penglihatanku yang mungkin telah kugunakan untuk melihat hal yang tidak Kau ridhai.

Ampuni pendengaranku yang mungkin asyik terbelenggu dengan lagu-lagu bujuk rayu.

Ampuni pula mataku terlalu sibuk membuka-buka gawai


Ampuni kedua kakiku yang mungkin berjalan bukan ke arah jalan-Mu.


Ampuni lidahku yang mungkin menyakiti dan

menggunjingkan makhluk-Mu


Ampuni hatiku yang mungkin dipenuhi hal-hal selain kerinduan pada-Mu


Ampuni tanganku yang mungkin memberi dengan harapan pujian selain-Mu

Ampuni salatku yang mungkin terburu-buru.. yang mungkin tidak dikuti dengan hati... yang mungkin hanya sekadar gerakan, sedang pikiran melayang entah ke mana.


Ampuni puasaku yang mungkin hanya berbekas lapar dan dahaga... yang mungkin tidak diikuti dengan kekangan nafsu... yang mungkin hanya berharap waktu berbuka


Ampuni sedekah dan zakatku yang mungkin bukan dilakukan dalam tujuan mencari ridha-Mu


Ampuni kalbuku yang mungkin cemburu dengan nikmat yang Kau berikan pada yang lain, yang mungkin menganggap nikmat bukan sebagai nikmat


Ampuni hamba ya Rabbi,

Di halaman mana hamba bisa berbarap dan meminta selain di pintu-Mu


Ya Ilahi,

Bagaimana mungkin kalimat dan kata bisa menjelaskan hamba kami pada ridha-Mu, pada surga-Mu ya Rabbi.

Rasa tak mungkin terucap, tidak mampu diungkap.

Kelu dan sesak. Rindu dan harapan.


Ya Allah, ya ghoffar ,ya Rabbi...

dambaan akhir pencari kalbu,

tujuan cita para pencinta.

Pelepas dahaga, beri kami setetes dari telaga-Mu.

Wahai yang tak membutuhkan penjelasan dan penafsiran, hajat kami pada-Mu sangat banyak dan Engkau Maha Mengetahui.


Yaa Rabbi...

Ingin kubawa semua air mata, mengakui semua dosa


Anugerahkan jiwa yang tenang yang yakin dengan pertemuan dengan -Mu

Puas dengan segala pemberian-Mu

Dan meridhai dengan segala ketetapan-Mu


Perjalanan Ramadanku 1443H

Aku mau cerita...

Mungkin hal ini sudah biasa untukku. Seorang ibu dengan empat orang anak yang pernah mengalami beberpa kali anak jatuh sakit yang harus berhubungan dengan tenaga medis. Hari ini Ahad tepat satu pekan anak bungsuku dirawat di rumah. Bahasa kerennya yang sering dipakai adalah home care, hehehe…. Perih bagiku menghadapi anak sendiri terkena DBD. Di musim penghujan seperti sekarang ini nyamuk nakal aides aegephty mulai menggit sana sini.

Menurutku zaman pandemi seperti sekarang ini ke rumah sakit membuatku agak terbelenggu. Pasalnya syarat masuk rumah sakit kita diharuskan untuk screening awal sebagai tanda penerapan protokol kesehatan bagi pasien maupun pengantar. Sudah jadi aturan pemerintah agar diterapkan oleh seluruh Rumah Sakit baik pemerintah maupun swasta bila ada pasien dirawat wajib test antigen dan Swab. Penjelasan ini saya terima dari dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit

Berada di rumah saja aku sangat hati-hati, apalagi berada di luar rumah misal saat ke tukang sayur, atau ke minimarket depan komplek, sudah pasti pakai masker, cuci tangan di manapun air dan sabun tersedia, pakai hand sanitizer bila tak ada sabun dan air, dan selalu menjaga jarak bila bertemu siapa pun.


Biaya? Bagaimana bila tak punya asuransi? Atau bagaimana bila ada asuransi tapi limitnya kecil, biaya-biaya tak bisa ditanggung penuh oleh asuransi, otomatis keluar biaya pribadi.

Ada BPJS kan? Iya, itu bisa dipakai di rumah sakit rujukan sesuai ketentuan per wilayah. Tapi biaya Rapid Test dan Swab, tetap harus ditanggung pribadi. Masuk RS pun ada tahapannya, mesti ke faskes 1 dulu, dirujuk ke RS tipe berikutnya, baru ke RS yang dinyatakan bisa melakukan tindakan dalam rangka penanganan penyakit, misal untuk operasi. Kalau asuransi swasta mah bebas, bisa masuk RS mana saja asal bekerja sama dengan asuransi yang dipegang.



Jangankan orang susah, orang kaya pun saat ini sudah ada beberapa yang mulai kelimpungan dengan keuangan. Pernah baca kan ada artis yang cicilan rumahnya 250 juta perbulan mulai mengeluh ga bisa mencicil? Duh! Ada pula pengusaha yang harus jual mobil-mobil mewahnya demi membayar gaji dan THR karyawannya. 


Jadi, penting sekali jaga baik-baik kesehatan dan keuangan supaya bisa selamat di masa-masa sulit seperti sekarang.

Kembali ke Demam berdarah yang sudah tidak asing di telinga kita, yang tidak terduga jika telat penanganan akan mengancam jiwa terutama anak-anak. Waspada jika anak sudah mengalami demam tinggi selama tiga hari, pokoknya wajib cek darah. Sebagai indikator trombosit turun dengan relatif cepat. Selama 7 hari Kholil akhirnya bisa lepas jarum yang sangat tidak nyaman menempel di tubuhnya.

Qodarullah Anakku sudah tertangani medis dengan baik meski di rumah. Jazakalaah khoyr untuk semua yang telah memberikan dukungan kepada kholil dan keluarga. Alhamduillah, semoga kami bisa lulus melewati ujian yang Allah beri dan semoga Allah melindungi kita semua.

 


Goresan di siang hari

Tidak ada yang salah jika kuhanya memandanginya dari kejauhan. Tidak ada yang salah jika kuhanya menghirup sisa-sisa napas bahagia yang baru saja membuat kupu-kupu kembali hinggap di pundakmu. Tidak ada salahnya jika kuhanya duduk di sana, mendengar ocehan burung-burung itu yang karenanya angin berhenti memberimu napas. Tapi aku yakin kau akan tetap hidup walau hanya dengan harapan, angin akan kembali.

Terkadang aku berpikir, kau bersalah dalam hal ini, terlalu dalam menyisakan hal indah yang terlewati. Sudah puaskah hatimu mendengar burung-burung itu berbicara —dengan bahasanya— kepada angin, hingga angin pergi, tanpa sepatah kata pun, meninggalkanmu dan tak lagi menghembuskan kebahagiaan, sampai kupu-kupu itu enggan hinggap di pundakmu lagi? Aku tebak, kau puas. Atau mungkin, menyesal.

Secarik kertas goresan kecilku. Ah, betapa rasa ingin untuk membakarnya terasa sangat membuncah. Surat itu dariku, untuk angin. Sebenarnya cukup dibiarkan saja di jendela, toh jika angin tahu itu untuknya, dia pasti akan langsung mengambilnya. Bukan temanku wahai angin, jika tidak melakukan hal yang aneh....

Si Keiko

        Keiko nama panggilangannya. Kucing berbulu kuning bercampur putih dan berekor panjang. Keiko datang ke rumah kami sekitar 2 tahun lalu. Meski dibilang kucing kampung badannya terlihat bagus tidak seperti kucing kampung lainnya yang kadang mampir ke rumah.

Keiko mengeong sama seperti kucing lain kalau lapar dan haus tanda ingin minta makan atau minum. Mungkin di sekitaran rumah kami memang tidak djumpai makanan.

Awalnya anak-anakku memberi Keiko maka an ayam goreng yang tidak habis.tapi Keiko sepertinya gengsi tak mau makan ayam goreng. Entah bosan atau memang tidak suka (belagu sekali dia).

Akhirnya anak-anakku menyarankan untuk membeli makanan kucing. Merk bolt atau merk Choiz yang hampir sering dipesan ke bu Darma, beliau petugas perpustakaan dan juga penyanyang kucing. Ternyata Keiko lahap sekali makannya kalau diberi makanan ini.a 

Singkat cerita setelah mendapatkan kabar dari tetangga, ternyata Keiko asal-usulnya sebenarnya dari rumah putih diujung jalan, rumah Pak Dedi dan istrinya penyayang kucing. Di rumahnya ada beberpa kandang yang berisi berbagai macam kucing import bahkan kucing lokal.

Pak Dedi memberikan Keiko kepada tetangganya persis sebelah rumahnya, tapi karena tetangganya pindah rumah akhirnya Keiko keiko ke sana kesini mencari tuannya yang baru. 

Sampai suatu hari datang ke rumah mencari makan. Anak-anakku ternyata sudah kenal dengan Keiko karena sering main di rumah.

Sampai sekarang keiko sudah tidak sungkan lagi bergaul bencanda dengan anak-anak. Sayangnya satu hal yang menurutku menyebalkan terhadap kucing jantan ini, sering buang air kecil sembarangan. Dan entah berapa lagi kucing betina yang dihamilinya.

Ini pengalamanku, ceritakan pengalamanmu ya!

_Sekian_

Di Ruang Rindu

 Aku mengisahkan kenangan kepasrahan yang begitu lapang... 


Dalam kediaman... 

Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi...


Tunggu, santailah sejenak, karena tepat setelah meja makan yang ditinggalkan dan teras rumah sepi tak ada yang bersandar di dinding  


Bekas jejak kopi ini menyesak sebagai satu satunya keterangan, satu kisah yang pernah kita upayakan bersama


Pesan kopi terpahitmu dengan kenangan termanismu, ...

Genggam harapan kita yang paling bahagia...

Dan bila hatimu butuh di dengarkan, maka temui aku dalam perbincangan


Maka kopi yang kau minum takkan sepahit kehilangan meski hanya sementara...


Darmaga Pratama

Di ruang rindu...

Pelajaran diri hari ini

Terkadaang orang bercerita hanya butuh didengar, tidak selalu mencari solusi tapi syukur-syukur punya solusi. Ketika keluh kesah itu didengar dan dikeluarkan tidak lagi menjadi sesak di hati yang bisa menyebabkan hal negatif dalam diri. Maka, jika kmu belum bisa menjadi penasihat yang baik cobalah menjadi pendengar dan penjaga rahasia yang baik

puisi pandemi tentang semesta

 

Pagiku lembut membelai kulit

Gerimis kabut diam-diam pergi senyap ditengah wabah

Cahaya matahari menebar segala sesak ingin berbaur

Isyarat angin meruntuhkan segala luka

Sajadah menghalau segala pilu menujuNya

 

 

Jarak jangan membuatmu terkekang

Waktu yang terus bergulir

Jangan disia-siakan

Nikmati semesta yang tersdia

Bumi kaya raya mari kita jelajahi

Indonesia yang tak luput dari imbas pandemi

Pandemi bukan halangan untuk berkarya

Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1

  Rauda Alia, S.Pd SD Insan Kamil Kota Bogor CGP Angkatan 11 Tugas Koneksi Antar Materi Modul 3.1  Pengambilan Keputusan Berbasis Ni...